Kamis, 01 November 2012

CARA DIET PALING AMPUH...

Berhentilah makan sebelum Anda kenyang, istilah ini mungkin bukan sekedar mitos saja karena para ahli menyatakan bahwa otak lebih lambat merespon rasa kenyang hingga 20 menit setelah perut terasa penuh. Jika Anda terus menerus makan hingga kekenyangan, risiko obesitas akan semakin tinggi.

Oleh karena itu, Anda perlu mengubah strategi makan agar dapat menurunkan berat badan dengan cara yang efektif. Cara yang tepat adalah dengan mengubah gaya makan agar dapat menyeimbangkan respons otak yang akan terjadi setelah 20 menit tersebut. berikut cara sederhananya:

1. Luangkan waktu lebih lama untuk makan agar tidak makan buru-buru
Waktu makan yang terlalu singkat dapat menyebabkan seseorang makan terlalu cepat, sehingga tubuh tidak akan memiliki kesempatan untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Sehingga Anda perlu meluangkan lebih banyak waktu agar dapat makan dengan tenang dan tidak terburu-buru, yaitu setidaknya 30 menit.

2. Letakkan sendok setiap suapan
Hal ini akan menunda waktu makan dan membuat Anda makan lebih lambat, sehingga akan lebih cepat merasa kenyang. Setiap kali menyuapkan makanan ke mulut, letakkan sendok dan garpu Anda sejenak dan kunyahlah hingga makanan benar-benar halus sebelum meraih sendok Anda kembali.

3. Putar musik ketika makan
Lagu lembut yang diputar ketika makan dapat mendorong Anda lebih santai dalam mengunyah makanan yang dapat membuat otak dapat merespon rasa kenyang dengan lebih baik.

4. Mengunyah lebih lama
Para peneliti di Cornell University menemukan bahwa orang yang mengunyah makanan hingga rata-rata 15 kali memiliki badan yang lebih kurus dibanding orang yang mengunyah makanan kurang dari 12 kali.

5. Beralih ke pring yang lebih kecil
Anda dapat mengurangi konsumsi kalori sekitar 20 persen dan kehilangan hampir 2 kilogram per bulan dengan beralih dari pring dengan diameter besar ke yang lebih kecil. Piring yang lebih kecil membuat Anda mengambil makanan dengan porsi yang lebih kecil juga.

6. Nyalakan lilin beraroma vanila ketika makan
Aroma vanila telah terbukti dapat meredam keinginan seseorang untuk makan makanan penutup. Satu kelompok dari 160 peserta penelitian dapat menurunkan berat badannya dengan cara menyalakan lilin beraroma vanila ketika makan.

7. Minum air di sela-sela suapan makanan
Minum air di sela-sela makan tidak mengurangi nafsu makan dan yang pasti sehat bagi Anda. Jadi, minumlah seteguk air setiap kali menelan makanan agar memeperlambat waktu makan dan membantu otak mersepon rasa kenyang.

5 Kebiasaan Diet yang Mengganggu dan Cara Memperbaikinya

5 Kebiasaan Diet yang Mengganggu dan Cara Memperbaikinya

 
Banyak orang memutuskan untuk berhenti menjalani diet penurunan berat badan karena merasa tersiksa oleh kebiasaan diet. Cermatlah dalam memilih metode diet dan pastikan agar kebiasaan-kebiasaan diet tidak mengganggu kehidupan Anda sehari-hari.

Berikut 5 kebiasaan diet yang mengganggu dan cara memperbaikinya, antara lain:

1. Minum lebih banyak
Cara diet dengan minum lebih banyak air mungkin membuat Anda terganggu karena harus berulangkali pergi ke toilet untuk buang air kecil. Sebenarnya yang Anda perlukan untuk menurunkan berat badan adalah menjaga agar tubuh tetap terhidrasi agar metabolisme tubuh lancar.

Agar tetap terhidrasi, seseorang perlu minum air hingga 8 gelas setiap hari. Jika metabolisme tubuh lancar, makanan yang Anda makan akan tercerna dengan baik dan kalori dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh, sehingga mencegah penumpukan kalori yang menyebabkan kegemukan.

2. Jangan makan setelah pukul 18.30
Makan malam yang terlalu larut memang dapat menyebabkan penambahan berat badan karena ketika Anda pergi tidur, seluruh tubuh juga akan beristirahat sementara makan malam Anda belum tercerna dengan baik.

Tetapi cara diet yang melarang seseorang makan setelah pukul 18.30, dapat membuat Anda tersiksa karena menahan lapar sepanjang malam dan tidak dapat tidur dengan nyenyak. Dengan padatnya aktivitas dan sibuknya pekerjaan, seseorang mungkin akan memiliki waktu untuk mengambil makan malam sekitar pukul 19.00.

Cara yang tepat adalah dengan mengakali makan malam Anda dengan memilih makanan yang lebih ringan, misalnya sayuran kukus, tahu atau ayam tanpa lemak. Makan terlalu berat di malam hari membuat makanan tidak tercerna dengan sempurna.

3. Menghindari makan makanan penutup
Melewatkan makanan penutup favorit mungkin akan membuat Anda menyesal dan menganggap bahwa program diet yang Anda jalani begitu menyiksa. Jika Anda ingin makan makanan penutup, pilihlah makanan utama yang menawarkan kalori lebih rendah.

Sehingga Anda dapat mengambil makanan penutup yang manis dan mengandung kalori lebih tinggi. Tetapi makanlah secukupnya saja dan jangan berlebihan agar diet penurunan berat badan yang Anda jalani sukses.

4. Menyiapkan menu sarapan pagi sebelum berangkat kerja
Sarapan pagi adalah kunci kesuksesan diet penurunan berat badan karena Anda dapat memulai hari dengan penuh energi dan mencegah kelaparan dan makan siang yang berlebihan.

Tetapi bagi pekerja yang sibuk, mungkin tidak akan memiliki waktu untuk menyiapkan menu makanan ideal untuk sarapan seperti bubur dan membuat Anda terpaksa melewatkan sarapan. Yang perlu Anda lakukan adalah mengambil makanan sehat lain yang mudah untuk disiapkan seperti muffin atau sereal gandum dengan kacang-kacangan dan biji-bijian.

5. Menghindari makan camilan
Banyak orang akan merasa kesulitan untuk menahan diri dari keinginan ngemil makanan ringan. Tetapi para ahli gizi sepakat menyatakan bahwa makan makanan dalam porsi kecil secara teratur dapat menjaga dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Camilan baik untuk mencegah seseorang makan terlalu banyak ketika memasuki waktu makan besar. Pilihlah camilan sehat seperti kacang-kacangan dan buah kering yang mengandung protein dan membantu Anda merasa kenyang lebih lama hingga waktu makan tiba.

Kesalahan-kesalahan dalam Diet

Kesalahan Diet yang Perlu Diwaspadai

Diet pada dasarnya adalah mengatur pola makan yang sehat dengan gizi seimbang. Tapi banyak orang yang salah mengartikannya sebagai upaya untuk menurunkan berat badan. Kesalahan-kesalahan pun kerap terjadi saat orang melakukan program diet.

Berikut beberapa kesalahan diet yang sebaiknya Anda waspadai:
1. Diet ketat
Ini adalah salah satu pola diet yang orang pilih untuk menurunkan berat badan dengan mudah. Jika Anda memotong asupan makanan secara tiba-tiba dalam rangka untuk menurunkan berat badan, maka kesehatan bisa menjadi taruhannya. Tubuh harus jumlah kalori secara perlahan-lahan bila Anda ingin menurunkan berat badan namun tetap dalam kondisi sehat.

2. Tidak makan
Untuk diet dan menurunkan berat badan, cara yang sehat bukanlah dengan tidak makan sama sekali. Hal ini justru dapat membuat Anda merasa lapar tak tertahankan dan akhirnya makan secara berlebihan.

3. Makanan sehat wajib, tapi tetap jangan berlebihan
Banyak yang memiliki konsep banhwa makan makanan rendah kalori dalam jumlah besar tidak akan menyebabkan penambahan berat badan. Ini adalah salah satu kesalahan diet yang paling mengerikan. Makan makanan rendah kalori secara berlebihan pun tetap bisa menyebabkan penambahan berat badan.

4. Sedikit minum air
Beberapa orang berpikir bahwa ketika sedang berada pada program diet, ia harus mengonsumsi segalanya dalam jumlah kecil dan menjaga perut dalam keadaan kosong, termasuk dengan minum sedikit air. Padahal air dapat membantu membakar kalori. Jadi, minumlah banyak air sepanjang hari agar tetap sehat dan lebih kenyang.

10 Hal Ini Bisa Bikin Berat Badan Naik

Siapa Sangka 10 Hal Ini Bisa Bikin Berat Badan Anda Naik

 
Terlalu banyak makan dan tidak berolahraga mungkin jadi penyebab utama munculnya obesitas tapi ternyata keduanya bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan kondisi ini. Masih ada sejumlah faktor yang tak disangka dapat mendorong penambahan berat badan seseorang, bahkan tanpa mereka sadari.

Agar tak penasaran, simak 10 hal unik dan mengejutkan yang bisa menyebabkan berat badan Anda naik seperti halnya dikutip dari myhealthnewsdaily, Rabu (31/10/2012) berikut ini.

1. Terserang strain virus flu tertentu
Anak-anak yang sering terpapar strain virus flu bernama adenovirus 36 berpeluang lebih tinggi menjadi obesitas daripada yang tak banyak terpapar virus ini.

Dalam studi yang ada di dalam jurnal Pediatrics dan melibatkan 124 partisipan anak itu, hampir 80 persen partisipan yang terpapar adenovirus 36 cenderung menjadi obesitas. Rata-rata berat badannya 23 kg lebih banyak ketimbang partisipan yang tidak terpapar virus.

2. AC
Menurut sebuah studi pada tahun 2006, ketika seseorang tinggal di tempat yang suhunya nyaman, tubuh merasa tak perlu bekerja keras untuk menjaga agar suhu tubuh tetap dingin atau hangat alias bermalas-malasan. Akibatnya tubuh tak dapat mengontrol asupan makanan yang masuk.

Hal ini sesuai dengan temuan lain dari studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity ini. Peneliti menemukan bahwa di daerah Selatan dimana tingkat obesitas penduduknya tertinggi di AS dilaporkan bahwa presentase rumah yang menggunakan AC meningkat dari 37 persen (1978) menjadi 70 persen (1997).

3. Ibu yang bekerja
Anak yang ibunya bekerja lebih cenderung menjadi obesitas daripada anak yang ibunya di rumah saja (ibu rumah tangga). Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti dari University College London mengamati berat badan 8.552 anak pada tahun 1965 dan membandingkannya dengan 1.889 anak pada tahun 1991.

Dari situ peneliti menemukan bahwa kebanyakan partisipan anak dari tahun 1991 yang ibunya bekerja lebih cenderung kelebihan berat badan daripada anak yang ibunya di rumah saja, sedangkan anak-anak dari tahun 1965 lebih banyak memiliki ibu yang tidak bekerja sehingga tidak mengalami obesitas.

Meski begitu, peneliti mengaku tidak mengamati pola makan atau aktivitas fisik partisipan padahal keduanya ikut bertanggung jawab terhadap kondisi/risiko obesitas seseorang.

4. Kurang tidur
Tidak mendapatkan jatah tidur yang cukup akan meningkatkan risiko obesitas seseorang. Begitulah yang diungkapkan sebuah studi pada tahun 2007 dalam jurnal Archives of Disease in Childhood.

Tak hanya itu, secara khusus studi ini juga menunjuk sejumlah perubahan hormon seperti intoleransi glukosa sebagai salah satu prekursor diabetes terjadi akibat tubuh tak mendapatkan istirahat yang memadai.

Studi lain mengemukakan bahwa durasi tidur yang terbatas dapat memicu kelaparan dan kelelahan, mengakibatkan orang yang bersangkutan malas untuk melakukan aktivitas fisik sehingga berujung pada penambahan berat badan. Studi yang dilakukan pada tahun 2009 ini ditampilkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition.

5. Operasi amandel
Tim peneliti dari St. Louis University, Missouri menemukan bahwa anak-anak yang melakukan operasi amandel justru mengalami penambahan berat badan lebih banyak pasca menjalani operasi ketimbang anak yang tidak menjalani operasi ini.

Setelah me-review 9 studi yang dipublikasikan antara tahun 1970-2009, peneliti menemukan bahwa penambahan berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) dapat terlihat lebih dari 7 tahun pasca operasi. BMI-nya meningkat dari 5,5 persen menjadi 8,2 persen setelah amandelnya diangkat.

Jadi meski operasi amandel mampu meredakan gangguan kesehatan lain yang diakibatkan oleh tonsilitis, prosedur ini juga meningkatkan selera makan anak.

6. Menyalakan lampu saat tidur
Sebuah studi menemukan bahwa tetap menyalakan lampu kamar saat tidur di malam hari nyatanya dapat menambah beberapa inci lingkar pinggang seseorang.

Peneliti memapari sejumlah tikus percobaan dengan lampu redup di malam hari selama 8 minggu. Di akhir periode, ternyata tikus-tikus ini mengalami penambahan berat badan 50 persen lebih banyak dibanding tikus yang menghabiskan malamnya dalam kegelapan total, meski kedua kelompok diberi jumlah makanan dan melakukan aktivitas fisik yang sama.

Namun peneliti menekankan hasil studi ini hanya berlaku pada orang-orang yang makan malamnya terlambat atau larut malam.

7. Punya ibu yang lebih tua
Sebuah studi pada tahun 2007 dan ditampilkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood mengungkapkan bahwa anak yang terlahir dari ibu yang berusia 30 tahun ke atas berpeluang memiliki lemak tubuh 2,6-2,8 persen lebih banyak ketimbang anak yang terlahir dari ibu yang usianya di bawah 25 tahun.

Senada dengan studi itu, studi lain yang dilakukan pada tahun 1997 dan terdapat dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa tingkat obesitas pada anak perempuan berusia 9-10 tahun yang dilahirkan oleh ibunya ketika berusia 35 tahun ke atas akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan anak perempuan yang ibunya melahirkan mereka saat berusia 21 tahun ke bawah.

8. Terpapar polusi lingkungan
Polusi dapat berdampak terhadap metabolisme tubuh seseorang. Hal ini diungkap sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition dan International Journal of Obesity.

Senyawa kimiawi bisphenol A dan polybrominated diphenyl ternyata banyak ditemukan dalam tubuh manusia dan menyebabkan obesitas karena mengganggu sistem endokrin atau pengaturan sinyal pada berbagai hormon yang ada dalam tubuh.

Tak hanya itu, pestisida juga dapat mempengaruhi sintesis hormon dan metabolisme melalui rantai makanan. Padahal sistem metabolisme yang kacau dan tak terkontrol dapat berujung pada penambahan berat badan.

9. Punya ibu yang suka makan makanan tinggi lemak selama hamil
Peneliti dari University of Cincinnati dan Medical College of Georgia menemukan bahwa tikus yang diberi makan makanan berlemak tinggi lebih cenderung memiliki bayi yang ukurannya berlebihan daripada tikus yang diberi makanan biasa. Padahal ukuran yang berlebihan saat lahir merupakan faktor risiko munculnya obesitas di masa depan.

Studi yang dipublikasikan dalam FASEB Journal ini mengungkapkan bahwa bayi tikus yang kelebihan ukuran ini diakibatkan oleh induknya yang mengonsumsi banyak lemak saat hamil sehingga plasenta menyediakan terlalu banyak nutrisi bagi janin. Menurut peneliti, kondisi serupa juga terjadi pada manusia.

10. Konsumsi obat-obatan
Ternyata obat-obatan tertentu yang dikonsumsi untuk mengendalikan atau mencegah depresi, diabetes, hipertensi dan kehamilan yang tak diinginkan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2009 yang ditampilkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Setelah Makan Berlebihan

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Setelah Makan Berlebihan

 
Seseorang biasanya tidak mampu menolak acara jamuan makan malam bersama rekan kerja, yang akhirnya dapat menempatkan Anda pada risiko makan berlebihan. Hadapi masalah ini dengan tenang dan carilah solusi yang tepat agar berat badan Anda tidak bertambah.

Kebanyakan orang akan melakukan beberapa cara ekstrem seperti berolahraga lebih keras atau melewatkan sarapan keesokan harinya, padahal hal ini justru dapat merugikan kesehatan Anda dan tidak membantu mencegah penambahan berat badan.

Seperti dilansir readersdigest, hindari 5 kesalahan yang sering dilakukan setelah makan berlebihan berikut ini:

1. Menimbang berat badan
Berat badan dapat berfluktuasi setiap hari, yang dapat bertambah ketika Anda selesai makan atau minum dan dapat berkurang setelah buang air besar. Jadi, jika Anda makan terlalu banyak ketika makan malam, jangan langsung menimbang berat badan keesokan harinya dan menjadikan berat badan yang terukur saat itu sebagai berat badan normal Anda.

Makan makanan asin juga dapat menyebabkan retensi air, sehingga tubuh akan lebih berat jika ditimbang. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan berlebihan terhadap penambahan berat badan, sehingga tunggu hingga 48 jam setelah makan berlebihan untuk mengetahui berat badan normal Anda.

2. Melewatkan sarapan
Karena terlalu banyak makan ketika makan malam, seseorang kadang berpikir bahwa dirinya masih cukup kenyang dan melewatkan sarapannya. Hal ini dapat membuat Anda merasa lapar sebelum waktu makan siang tiba, sehingga Anda dapat makan berlebihan lagi ketika makan siang.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang selalu sarapan, memiliki berat badan yang lebih terkontrol dan makan lebih sehat dibandingkan orang yang melewatkan sarapan.

3. Olahraga terlalu keras
Kebanyakan orang berpikir bahwa setelah makan berlebihan, kalori yang berlbih harus segera dibakar agar tidak menumpuk dan menambah berat badan. Tetapi berolahraga terlalu keras dapat meningkatkan risiko cedera.

Olahraga yang ringan seperti jalan cepat telah dapat membantu melancarkan kembali pencernaan dan menenangkan perut akibat makan berlebihan.

4. Mengurangi jam tidur
Dengan tetap terjaga tidak membuat seseorang dapat membakar kalori lebih banyak, tetapi dapat menimbulkan efek sebaliknya. Sebuah studi baru dari Columbia University menemukan bahwa orang lebih cenderung menginginkan makanan cepat saji seperti pizza, kue, dan burger jika jam tidurnya kurang.

Hal ini mungkin terjadi karena otak sangat membutuhkan dorongan energi yang cepat dari makanan cepat saji. Penuhilah waktu tidur malam hingga 8 jam per hari agar metabolisme tubuh dapat bekerja dengan baik dan mencegah kegemukan.

5. Berjanji tidak akan makan makanan tertentu
Salah satu hal buruk yang sering dilakukan setelah makan berlebihan adalah berjanji tidak akan menyentuh makanan yang membuatnya makan berlebihan lagi. Penelitian menunjukkan bahwa cara menurunkan berat badan yang terbaik adalah dengan tahap yang moderat atau sedang.

Jangan membuat keputusan untuk tidak akan makan makanan yang mungkin bernilai gizi tinggi. Setelah makan berlebihan, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak buah-buahan segar dan sayuran sebelum kembali menikmati makanan kesukaan Anda, tetapi dalam porsi yang wajar.

Header Ad Banner

Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia