Rabu, 24 Oktober 2012

Cara menurunkan gula darah



Cara menurunkan gula darah


gula atau glukosa dalam darah merupakan bahan bakar dalam kegiatan metabolisme tubuh manusia, namu jika terlalu berlebihan maka akan berbahaya bagi kesehatan tubuh itu sendiri. tingginya gula dalam darah akan memicu terjadinya Diabetes Militus yang dalam dunia kesehatan disebut mother of all deathly desease... atau induk / sumber dari seluruh penyakit paling mematikan..
 
berikut adalah tips sederhana untuk menurunkan gula darah

1. Penurunan gula darah sebelum tidur jika tingkat gula darahnya lebih dari 130 mg/dL atau 7 mmol/L
Ini adalah salah satu metode yang paling diabaikan tetapi sangat efektif. Banyak penderita diabetes yang memiliki jumlah gula darah puasa yang tinggi karena mereka pergi tidur dengan angka tinggi. Masalahnya adalah dimulai dengan snack atau dengan makan malam. Oleh karena itu, periksa snack atau makanan kita sebelum tidur untuk menurunkan tingkat gula darah.

2. Tambahkan cemilan kecil
Cemilan kecil diperlukan jika kita tidak makan malam. Sejumlah kecil karbohidrat diperlukan untuk menjaga detak jantung, aliran darah di tubuh dan metabolism tubuh tetap bekerja selama kita sedang tidur. Cara ini tidak dapat digunakan oleh semua orang, sebagian orang mempunyai tingkat gula darah yang tinggi di pagi hari dan sebagian lain mempunyai tingkat yang lebih rendah.

3. Cobalah cemilan yang lebih kecil
Jika kita biasa memiliki cemilan sebelum tidur, pertimbangkan untuk mengurangi porsinya menjadi lebih kecil. Beberapa orang memiliki cemilan dalam porsi yang besar sehingga akan dengan mudah meningkatkan tingkat gula darahnya. Periksa jumlah karbohidrat yang kita makan pada malam hari untuk menurunkan tingkat gula darah.

 
 4. Makan snack yang lebih sehat sebelum tidur
Snack yang sehat mempunyia kandungan yang rendah lemak, kandungan serat yang tinggi atau mempunyai indeks glisemik yang lebih rendah. Snack yang sehat juga dapat digantikan dengan buah-buahan atau sayuran. Snack yang sehat dapat menurunkan tingkat gula darah dan juga dapat menurunkan berat badan kita.

5. Ukuran snack yang konsisten
Jika setiap pagi kita memeriksa tingkat gula darah yang bervariasi dari hari ke hari, cobalah untuk memeriksa ukuran cemilan kita sebelum tidur ? Apakah ukurannya sama setiap malam ? Ukuran snack yang sama dan konsisten akan membantu kita untuk menurunkan tingkat gula darah di pagi hari.

6. Tambahkan aktivitas atau latihan di malam hari
Berjalan di malam hari atau melakukan aktivitas lainnya akan membantu untuk menurunkan tingkat gula darah. Aktivitas yang dilakukan tidak perlu sampai berkeringat, cukup berjalan selama 10 menit kita akan mendapatkan penurunan tingkat gula darah.

7. Ingatlah minum obat diabetes secara konsisten
Jika kita lupa untuk minum obat diabetes pada malam atau sebelum tidur, maka akan meningkatkan tingkat gula darah pada pagi harinya. Ingatlah untuk minum obat secara rutin sesuai dengan aturan makan tingkat gula darah kita akan menurun.

8. Pastikan kebenaran hasil pengecekan gula darah
Pemeriksaan gula darah setelah makan harus dilakukan minimal 3 jam dari saat terakhir kita makan. Hal ini dilakukan untuk melihat efektivitas hasil pengukuran tingkat gula darah. Hasil ini dapat digunakan untuk melihat tingkat gula darah kita dibandingkan dengan tingkat gula darah yang normal.

9. Pastikan tingkat gula darah kita tidak rendah pada malam hari
Beberapa orang terutama diabetes karena insulin, akan mempunyai tingkat gula darah yang sangat rendah dibandingkan dengan normal. Beberapa orang akan terbangun dan panik dengan tingkat gula darah yang rendah. Ini dinamakan efek Somogyi. Jika ini terjadi, kita harus memeriksa tingkat gula darah pada jam 02.00 atau 03.00. Diskusikan dengan dokter jika hal ini terjadi karena efek obat diabetes yang kita minum. Ingatlah : penanganan jika tingkat gula darah kita rendah adalah dengan asupan karbohidrat yang cepat dimetabolisme.
10. Kualitas tidur yang lebih baik
Pada penderita diabetes, tidur malam yang nyenyak sangat jarang diperoleh. Hal ini berkaitan dengan tingginya gula darah yang dapat menyebabkan masalah-masalah pada tidur yaitu apnes, stress, depresi dan rasa sakit pada syaraf kaki. Dengan menurunkan tingkat gula darah pada rentang normal akan meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik.

11. Kurangi stress pada malam hari
Stress akan menyebabkan hati kita memproduksi gula dalam jumlah yang lebih tinggi sehingga tingkat gula darahpun akan meningkat. Penelitian Interheart menyebutkan bahwa stress merupakan 1 dari 9 faktor penyebab 90% terjadinya serangan jantung di seluruh dunia. Dengan mengurangi stress pada malam hari maka akan menurunkan tingkat gula darah pada pagi harinya.

12. Sarapan sepagi mungkin
Beberapa orang melakukan pemeriksaan gula darah pada jam 07.00 dan diperoleh hasil pada rentang normal, kemudian berangkat kerja tanpa sarapan atau makanan ringan. Pada jam 09.00, dilakukan pemeriksaan gula darah kembali dan hasilnya tingkat gula darahnya di atas rentang normal. Jika hal ini terjadi maka kita akan menyalahkan metabolisme yang dilakukan oleh hati. Jika kita perhatikan bahwa hasil pemeriksaan pada jam 07.00 berada dalam rentang normal maka tingkat gula darah pada malam harinya juga dalam rentang normal. Masalahnya berada pada rentang jam 07.00-09.00, untuk membuat hasil pemeriksaan pada jam 09.00 tetap berada pada rentang normal, kita perlu sejumlah kecil karbohidrat pada sarapan yang lebih awal. Hal lain yang perlu dipertimbangkan juga adalah dosis atau waktu atau jenis pengobatan yang dilakukan.


13. Pertimbangkan terapi pompa insulin
Jika kita memperoleh pengobatan suntikan insulin setiap hari atau asupan insulin pada makanan, terapi pompa insulin dapat dipertimbangkan untuk dilakukan. Hal ini dapat digunakan untuk mengontrol gula darah terutama pada malam hari sehingga tingkat gula darah kita akan berada dalam rentang normal.


14. Diskusikan penyesuaian obat dengan dokter
Jika semua cara telah kita lakukan tidak memberikan hasil gula darah pada rentang normal maka kita harus bertemu dengan dokter untuk menyesuaikan pengobatan yang telah dilakukan

Selasa, 23 Oktober 2012

Bagaimana Prosedur Inreyen mobil baru?


 Bagaimana Prosedur Inreyen?



Masa Inreyen atau ngreyen basa jawanya perlu dijalankan oleh kendaraan baru baik motor maupun mobil dan yang baru diperbaiki (turun mesin, ganti kampas rem, ganti ban baru, ganti kopling dsb).

Prosedurnya sebenarnya sangat mudah dan sederhana, namun karena biasanya kurang yakin dengan kemampuan sendiri atau mungkin kurang pengetahuan tentang cara ngreyen mobil yang benar, jadi kebanyakan orang mencari bantuan orang lain untuk melakukannya padahal belum tentu yang dimintai tolong tadi tahu dan mengerti cara inreyen yang baik dan benar...

berikut adalah tips-tips inreyen yang benar:

1.       Hindari melakukan akselerasi dengan gas penuh (wide open throttle) saat start dan mengendarai.

2.       Hindari memacu mesin hingga lebih dari 4.250 rpm (untuk Motor tidak lebih dari 6.000 rpm) atau kecepatan lebih dari 100 km/jam 

3.       menghindari melakukan pengereman mendadak selama 500 km pertama, baik untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kampas/disc rem. 

4.       Tidak berjalan perlahan dengan transmisi manual di posisi gigi tinggi dan sebaliknya. 

5.       Tidak berkendara dalam waktu lama dengan posisi gigi yang sama terus menerus, baik saat kecepatan tinggi atau lambat. 

6.       Lakukan perpindahan gigi dengan kopling secara halus hingga kopling bekerja optimal dan efisien selama 500 km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kopling set. 

7.       Kurangi kecepatan saat melalui jalan licin atau saat hujan, karena grip roda belum optimal terhadap aspal/jalan, selama 300km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti ban baru.
8.       Sebaiknya gunakan oli mineral selama 1.000 km pertama

9.       Tidak menarik mobil/mengangkut beban berat selama 1000km pertama.


  http://i300.photobucket.com/albums/nn33/vrykolakas_album/cherytiggo.jpg

Jumat, 19 Oktober 2012

Konsep dasar ROKOK...



Konsep dasar ROKOK...

 
a)      Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya (WHO, 2012).
 
b)      Perilaku Merokok
1)      Pengertian
merokok adalah aktivitas individu yang berhubungan dengan perilaku merokok yang diukur melalui intensitas merokok, waktu merokok dan fungsinya pada kehidupan sehari-hari (Komalasari dan Helmi, 2000).
Menurut Amstrong (1990) dalam Nasution (2007) merokok adalah menghisap asap tembakau yang dibakar kedalam tubuh dan menghembuskannya kembali keluar. perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang berupa membakar dan menghisapnya serta mengeluarkan asap yang dapat terhisap oleh orang-orang disekitarnya (Nasution, 2007).

2)      Tipe Perilaku Merokok
Menurut Leventhal & Clearly dalam Komalasri & Helmi, (2000) terdapat empat tahap dalam perilaku merokok sehingga menjadi perokok, yaitu:
                                                             Tahap Prepatory. Seseorang mendapatkan gambaran yang menyenagkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat atau dari hasil bacaan. Hal-hal ini menimbulkan minat untuk merokok.
                                                             Tahap Initiation. Tahap perintisan merokok yaitu tahap apakah seseorang akan meneruskan atau tidak terhadap perilaku merokok.
                                                           Tahap Becoming a Smoker. Apabila seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak empat batang per hari maka mempunyai kecenderungan menjadi perokok.
                                                          Tahap Maintenance of Smoking. Tahap ini merokok sudah menjadi salah satu bagian dari cara pengaturan diri (Self Regulating). Merokok dilakukan untuk meperoleh efek fisiologis yang menyenangkan (Komalasri & Helmi, 2000).


3)      Klasifikasi perokok Berdasarkan Jumlah Rokok Yang Dihisap
Menurut Bustan (dalam Nasution, 2007) jumlah rokok yang dihisap dapat dalam satuan batang, bungkus, pak per hari. Menurut Smet (dalam Komalasri & Helmi, 2000) ada tiga tipe perokok yang dapat diklasifikasikan menurut banyaknya rokok yang dihisap. Tiga tipe perokok tersebut adalah :
-          Perokok berat yang menghisap lebih dari 15 batang rokok dalam sehari.
-          Perokok sedang yang menghisap 5-14 batang rokok dalam sehari.
-          Perokok ringan yang menghisap 1-4 batang  rokok dalam sehari

4)      Faktor–faktor yang  mempengaruhi Perilaku Merokok Remaja.
menurut Sarafino (1994) dalam Nasution (2007) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok, yaitu :
                                                                     i.            Faktor biologis
Banyak penelitian menunjukan bahwa nikotin dalam rokok merupakan salah satu bahan kimia yang berperan penting pada ketergantungan merokok.
                                                                  ii.            Faktor psikologis
Merokok dapat bermakna untuk meningkatkan konsentrasi, menghalau rasa kantuk, mengakrabakan suasana sehingga timbul rasa persaudaraan, juga dapat memberikan kesan modern dan berwibawa, sehingga bagi individu yang sering bergaul dengan orang lain, perilaku merokok sulit untuk dihindari. Secara teknis psikologik, stress didefinisikan sebagai Suatu respons penyesuaian seseorang terhadap situasi yang dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraan orang bersangkutan. Jadi stress merupakan suatu respon fisiologik ataupun perilaku terhadap ‘stressor ‘ hal yang dipandang sebagai menyebabkan cekaman, gangguan keseimbangan (homeostasis), baik internal maupun eksternal Dalam pengertian ini, bisa kita perjelas bahwa stress bersifat subjektif sesuai perspsi orang yang memandangnya. Dengan perkataan lain apa yang mencekam bagi seseorang belum tentu dipersepsi mencekam bagi orang lain.
                                                                 iii.            Faktor lingkungan sosial
Lingkungan sosial berpengaruh terhadap sikap, kepercayaan dan perhatian individu terhadap perokok. Seseorang akan berperilaku merokok dengan memperhatikan lingkungan sosialnya.
                                                                iv.            Faktor demografis
Faktor ini meliputi umur dan jenis kelamin. Orang yang merokok pada usia dewasa semakin banyak akan tetapi pengaruh jenis kelamin zaman sekarang sudah tidak terlalu berperan karena baik pria maupun wanita sekarang sudah merokok.
                                                                  v.            Faktor sosial-kultural
Kebiasaan budaya, kelas sosial, tingkat pendidikan, penghasilan dan gengsi pekerjaan akan mempengaruhi perilaku merokok pada individu
                                                                vi.            Faktor sosial politik 
                                   Menambahkan kesadaran umum berakibat pada langkah-langkah politik yang bersifat melindungi bagi orang-orang yang tidak merokok dan usaha melancarkan kampanye-kampanye promosi kesehatan untukmengurangi perilaku merokok. Merokok menjadi masalah yang bertambah besar di Negara-negara berkembang seperti Indonesia.

 
MEROKOK ITU NGGAK KEREN......!!!!!!!!!!!

Header Ad Banner

Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia Adsense Indonesia